
Dewasa ini, pegawai yang memiliki usaha sampingan sudah menjadi trend sejak beberapa dekade yang lalu, sehingga bukanlah menjadi sesuatu yang aneh untuk saat ini. Motivasi para pekerja untuk menjalankan bisnis sampingan ini bermacam-macam seperti: hobi, masalah keuangan, sampai pada kebutuhan akan pengembangan dan menggali potensi diri.
Menjadi seorang pegawai yang sekaligus juga memiliki bisnis sampingan adalah sesuatu yang sah-sah saja dilakukan, tetapi tentunya memiliki sisi positif dan sisi yang negatif (kurang baik). Tapi begitulah dalam kehidupan ini, selalu akan ada dua sisi yang terlibat seperti untung dan rugi, baik dan buruk, positif dan negatif, kiri dan kanan, dsb.
Keuntungan yang akan diperoleh oleh seorang pegawai yang juga memiliki bisnis sampingan adalah dalam hal keamanan dan terjaminnya ketersediaan keuangan untuk pribadi dan keluarga karyawan yang bersangkutan, yaitu dengan adanya gaji bulanan yang “pasti” akan ia dapatkan setiap bulannya. Dengan gaji bulanan ini, seorang pegawai akan bisa memenuhi kebutuhan hidupnya walaupun usaha sampingan yang ia jalankan belum membuahkan hasil seperti yang diinginkan.
Sisi baik lain-nya adalah karena ia secara otomatis sudah memiliki jaringan pemasaran dan calon pelanggan yang biasanya datang dari rekan-rekan kerja-nya. Hal ini karena biasanya mereka sudah mengenal dan mempercayai pegawai yang bersangkutan.
Namun demikian seorang pegawai yang juga memiliki bisnis sampingan memiliki sisi yang negatif (kurang baik) dikarenakan tenaga, fokus, waktu, dan pikiran si karyawan akan terbagi dengan pekerjaan utamanya sebagai seorang karyawan dan usaha sampingan yang ia rintis. Apabila karyawan yang bersangkutan tidak pandai dalam mengatur dan mengelola waktu-nya, maka akan berdampak pada terganggunya pekerjaan utama si pegawai yang bersangkutan, dan juga usaha yang dirintisnya akan berkembang kurang maksimal.
Jadi supaya seorang pegawai yang ingin berhasil di karir dan pekerjaan utamanya sebagai seorang karyawan, dan ia juga ingin berhasil membangun dan mengembangkan bisnis sampingannya, maka mau tidak mau dan suka tidak suka sudah harus belajar mengatur waktu dengan baik. Salahsatu cara yang pernah dilakukan oleh rekan bisnis saya adalah dengan membuat kalender kegiatan sendiri, dimana contohnya bisa Anda lihat berikut ini:
| Jam / Hari | Senin | Selasa | Rabu | Kamis | Jumat | Sabtu | Minggu |
| 08:00 s/d 10:00 | X | X | X | X | X | ||
| 10:00 s/d 12:00 | X | X | X | X | X | ||
| 12:00 s/d 13:00 | |||||||
| 13:00 s/d 15:00 | X | X | X | X | X | ||
| 15:00 s/d 17:00 | X | X | X | X | X | ||
| 17:00 s/d 19:00 | |||||||
| 19:00 s/d 21:00 | |||||||
| 21:00 s/d 23:00 | |||||||
| 23:00 s/d 24:00 |
Pada contoh kalender kegiatan diatas, kolom yang diberi tanda silang (X) adalah waktu-waktu pekerjaan utama (pekerjaan kantor) Anda. Kolom yang diberi tanda silang ini adalah waktu-waktu dimana Anda tidak boleh diganggu atau tidak boleh dicampurkan dengan kegiatan bisnis sampingan Anda. Sementara kolom yang masih kosong adalah waktu-waktu dimana Anda bisa menggunakannya untuk hal-hal lainnya diluar pekerjaan utama Anda sebagai seorang pegawai, salahsatunya yaitu untuk kegiatan bisnis sampingan Anda.
Silahkan Anda mengembangan sendiri contoh kalender kegiatan tersebut diatas atau membuatnya sendiri sesuai format yang Anda ingingkan. Hanya saja setelah Anda membuat kelender kegiatan sendiri tersebut, cobalah untuk konsisten dan patuh dengan pengaturan waktu yang telah Anda buat seperti contoh diatas. Kalau tidak, maka kelender kegiatan yang telah Anda buat tersebut tidak akan ada gunanya.





