
Suatu ketika konsumen Anda meminta waktu Anda, dan pada waktu yang bersamaan juga ada prospek yang mungkin sangat potensial meminta waktu Anda. Kira-kira mana yang akan Anda penuhi? Mana yang lebih penting dari keduanya?
Untuk menjawab hal ini, sebaiknya kita pahami dulu pengertian atau apa yang dimaksud dengan “prospek” dan “konsumen” itu sendiri. Prospek adalah konsumen potensial yang belum melakukan transaksi dengan Anda.
Dalam dunia marketing atau penjualan, seseorang dikatakan prospek adalah jika memenuhi persyaratan minimal berikut ini:
1. Ia punya wewenang untuk membeli.
2. kita perkirakan ia memiliki keinginan, kebutuhan, atau harapan yang berhubungan dengan apa yang ingin Anda tawarkan.
3. Ia memiliki uang yang cukup untuk membeli (punya daya beli)
Sementara itu konsumen adalah orang yang sudah atau pernah melakukan transaksi bisnis dengan Anda, minimal satu kali pernah melakukan transaksi pembelian. Hal ini bisa kita katakan bahwa dia telah mempercayai Anda untuk memenuhi kebutuhan atau keinginannya dari Anda.
Dari pengertian diatas menggambarkan bahwa konsumen adalah orang yang sudah mempercayai kita, sementara prospek adalah orang yang masih dalam proses untuk menilai apakah kita bisa dipercaya atau tidak. Maka dari sini kita bisa menarik kesimpulan bahwa nilai seorang “konsumen” lebih tinggi/penting dari seorang “prospek”.
Eits, tapi tunggu dulu. Yang dimaksud disini lebih penting atau lebih tinggi nilainya adalah ketika situasinya berlangsung pada waktu yang bersamaan. Tapi jika waktunya tidak bersamaan dan bisa diatur waktunya, maka antara prospek dan konsumen tentunya memiliki nilai dan derajat yang sama (sama-sama penting). Sayangnya banyak dari tenaga pemasaran melakukannya terbalik, terutama jika berhubungan dengan komplain.
Tapi ada juga lo konsumen yang super cerewet, tetapi tidak loyal. Nah, untuk konsumen yang jenis ini (super cerewet tapi tidak loyal), maka konsumen Anda tersebut derajatnya sama dengan seorang prospek. Jadi dalam melayani seorang prospek dan konsumen, anda mesti jeli dan pintar-pintar melihat nilai dari masing2 prospek atau konsumen tersebut, terutaman pada mereka yang telah menjadi konsumen Anda. Hal ini karena 30% s/d 60% pesanan atau order biasanya dari konsumen sebelumnya yang Anda miliki.
Jadi yang bisa Anda lakukan adalah berusaha mempertahankan konsumen yang saat ini sudah ada sambil melakukan prospekting (mencari prospek-prospek baru) secara teratur (periodik).





