
Saya saat ini telah bekerja di sebuah perusahaan swasta cukup lama dan ingin mempunyai usaha/bisnis sendiri sehingga tidak selamanya menjadi orang upahan. Namun seringkali saya kesulitan untuk menentukan usaha/bisnis apa yang akan saya bangun.
Bagaimana caranya menentukan suatu bisnis agar cocok dengan kita, aspek apa saja yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan sehingga sebuah bisnis dapat bertahan? Saya mengimpikan bisnis yang dapat diteruskan oleh anak saya kelak. Jadi sekali saya menentukan suatu bisnis saya berharap dapat menjadi pegangan untuk anak saya di kemudian hari, tidak bersifat ’short term’.
Saya sependapat dengan anda, bahwa kita tidak boleh tergantung dari satu-satunya penghasilan saja. Sebab jika tiba-tiba penghasilan itu hilang maka kita bisa menempatkan keluarga kita dalam posisi yang berbahaya.
Anda tidak harus menjalankan ide bisnis apapun pada waktu pertama kali ide itu didapat. Tuliskan saja ke halaman bertanggal dalam buku kecil atau agenda dan berhentilah mengisinya sampai Anda rasa cukup punya banyak ide. Evaluasilah setiap catatan ide. Selanjutnya bagilah ide setiap kepada 3 golongan yaitu ide yang disukai, ide yang dikuasai dan gabungan ide yang disukai dan dikuasai sekaligus. Berilah perhatian lebih pada gabungan ide yang Anda suka sekaligus Anda kuasai sistemnya. Dengan melakukan hal ini pilihan yang tadinya terlalu banyak akan lebih bisa dipersempit.
Secara alamiah tiap kegiatan bisnis pasti mengandung resiko untung atau rugi. Dengan menyadari kenyataan ini maka proses untuk memilih bisnis yang akan dijalankan akan lebih mudah untuk Anda. Kunci dalam memilih jenis usaha yang akan dijalankan adalah jangan terlalu fokus pada jenis usahanya, melainkan lebih memberi perhatian kepada kesiapan mental Anda sendiri. Dengan kata lain apapun jenis usaha yang Anda pilih pada dasarnya tidak menjadi masalah benar, karena Anda sendirilah faktor utama yang menentukan sukses tidaknya bisnis Anda.
Namun jika Anda belum mempunyai pengalaman dalam berbisnis, maka untuk permulaan sebaiknya memilih jenis usaha berdasarkan 3 faktor yaitu:
Menyukai bisnis yang dipilih
Jangan pernah meremehkan kata bahagia dalam bisnis! Anda harus merasa bahagia dengan bisnis Anda jika menginginkan usaha itu sukses. Mengapa? Karena dengan melakukan pekerjaan yang disenangi, Anda akan:
- melakukan pekerjaan yang lebih baik kepada para pelanggan
- merasa lebih senang, serta
- mendapat lebih banyak pendapatan karena pelanggan yang dihubungi akan membeli lebih banyak
Keahlian yang paling dikuasai
Keahlian tidak harus selalu berhubungan dengan bakat dan hobby seperti menjahit, memasak, melukis, atau menyanyi. Sesuatu pekerjaan yang kita ketahui seluk beluknya dan terbiasa melakukannya bisa dianggap sebagai keahlian kita. Misalnya jika Anda adalah seorang agen asuransi, broker property, atau seorang account executive, maka Anda mungkin ahli dalam berkomunikasi dengan orang lain dan tidak sulit bagi Anda untuk memasarkan sesuatu karena sudah terbiasa melakukannya. Temukanlah sesuatu dalam pekerjaan sehari–hari Anda yang sangat Anda kuasai, dan lihatlah apakah keahlian Anda dapat mendukung bisnis pilihan Anda.
Pilihan situasi kerja yang disukai
Setiap jenis usaha mempunyai situasi kerja yang berlainan yang menjadi dasar berjalannya bisnis tersebut. Untuk memilih yang cocok dengan Ada maka carilah situasi kerja bisnis yang sesuai dengan karakter Anda. Jika Anda lebih menyukai bekerja sendirian, pilih usaha yang membuat Anda jarang bertemu dengan orang lain. Usaha seperti ini memberi kebebasan pribadi lebih leluasa. Bila Anda lebih menyukai tinggal di rumah untuk melakukan pekerjaan, pilihlah usaha yang tidak mengharuskan meninggalkan rumah. Anda dapat aktif bekerjasama dengan para pelanggan, jika Anda mau. Tapi bila Anda menyukai bekerja di luar rumah, pilihlah usaha yang memungkinkan Anda pergi ke tempat kerja yang berbeda-beda.
Bisnis apapun jika dijalankan dengan serius dan konsisten saya yakin akan berhasil dan bertahan lama sehingga bisa diwariskan kepada anak cucu anda.





